اعوذباالله من الشيطان الرجيم بسم الله توكلناعلىالله لاحول ولاقوة الابالله اشهدان لا اله الا الله واشهد ان محمدا رسول الله

لا تفضل الله ، لأن الله لا يحب الإملاء

JANGAN DIKTE ALLAH

 

السّلام عليكوم ورحمة اللّه وبركاته

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh, Merdeka !!!!

وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَٰلَمِينَ

Arab Latin : Wa mā arsalnāka illā raḥmatal lil-‘ālamīn

Terjemah Arti : “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. QS. 21 / 107

Dare to Give, Dare to Get !

Kebanyakan Dari Kita Sering Menunggu Diberi Baru Mau Memberi, Menunggu Dibantu Baru Mau Membantu, Menunggu Ditolong Baru Mau Menolong !  Kita Tidak Sadar Bahwa Sikap Menunggu Justru Akan Membuat Kita Semakin Jauh Dari Rahmat Dan Pertolonngan Allah, Jangan Menunggu Mengharapkan Kebaikan Yang Lebih Datang Kepada Kita Baru Kita Ingin Berbuat Baik, Tetapi Berbuat Baiklah Maka Kebaikan Dan Kemuliaan Akan Selalu Tercurah Untukmu.  Kita membutuhkan keyakinan dan keberanian didalam menjemput dan mengharap rahmat, pertolongan dan kemuliaan dari Allah SWT, pengorbanan perlu dilandasi dengan Ruh Yang Merdeka, Pikiran Yang Merdeka Dan Ilmu Yang Merdeka !

 

TOLONGLAH ALLAH, MAKA ALLAH AKAN MENOLONGMU

Hal ini di ingatkan Di Dalam Al  Qur’an Surat Muhammad Ayat 7 :

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن تَنصُرُوا۟ ٱللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanū in tanṣurullāha yanṣurkum wa yuṡabbit aqdāmakum

Terjemah Arti: Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.


Apapun yang terjadi di permukaan bumi ini adalah atas kehendak Allah. Tidak ada apapun dan sesuatupun yang terjadi, keluar dari kehendak Allah. Apa-apa yang Allah kehendaki terjadi, pasti terjadi. Sebaliknya, apa-apa yang Allah tidak kehendaki, tidak akan terjadi.

 Maka segala apapun yang terjadi di alam semesta ini, manusia, binatang, tanaman, bahkan malaikat dan jin, semuanya berjalan atas kehendak Allah, ketentuan Allah dan takdir Allah. 

Maka, jika Allah menolong seseorang, tak ada satupun yang dapat mengalahkannya.

Itulah prinsip aqidah seorang Mukmin. Ia selalu menyandarkan segala sesuatunya hanya kepada Allah. Menyandarkan kepada makhluk, rapuh adanya. Meminta-minta sampai menghina-dina kepada manusia bisa kecewa, berharap berlebihan kepada seseorang bisa stress.

Lisan boleh saja meminta tolong secara manusiawi, sebagai makhluk sosial, dengan sesama. Namun hati tetap harus terhubung kepada Allah.

Sebab, yang kita minta tolong juga makhluk Allah yang tak punya apa-apa kecuali atas pemberian Allah. Manusia-manusia itu pada dasarnya jahil lagi zalim. Hanya karena keagungan Allah sajalah mereka diberi sedikit kelebihan.

Maka, jika kita sudah berusaha maksimal, bekerja sungguh-sungguh, all out sampai detik terakhir, sampai injury time. Maka, di sinilah letak kepasrahan dan ketawakkalan seorang hamba tak berdaya. Segala sesuatu yang di luar jangkauan manusia, maka tiada lain hanya kepada Allah jualah kita bermunajat mohon pertolongan-Nya, kekuasaan-Nya, mukjizat-Nya, kasih sayang-Nya,  kebijaksanaan-Nya.

Allah pun telah mengatakan di dalam firman-Nya:

 

إِن يَنصُرۡكُمُ ٱللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمۡ‌ۖ وَإِن يَخۡذُلۡكُمۡ فَمَن ذَا ٱلَّذِى يَنصُرُكُم مِّنۢ بَعۡدِهِۦ‌ۗ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ 

Artinya: “Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu, dan jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu’min bertawakkal.” (QS Ali Imran [3]:160).

 

Maka, walaupun seluruh kekuatan dikerahkan, sumber daya dan sumber dana, logistik dan jaringan. Namun, jika Allah masih berkenan menolong hamba-Nya, seseorang, atau suatu kaum, maka tak ada yang dapat melawan-Nya. Semuanya akan takluk di bawah kemahakuasaan-Nya. 

Sebagaimana juga disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘Alaihi Wasallam dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu Anhu:

 

وَاعْلَمْ أَنَّ اْلأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَوا عَلَى أَنْ  يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ اْلأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفِ

Artinya: “Ketahuilah sesungguhnya jika seluruh umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu, niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering.”(HR Ahmad dan At-Tirmidzi).

Dan kehendak Allah yang terjadi itu, tidak mungkin menzalimi makhluk-Nya. Walaupun bisa saja mungkin membuat kita atau suatu masyarakat kecewa. Karena itu memandangnya dari sudut manusia yang lemah, tak berdaya, dan tak tahu apa-apa tentang masa depan. Bukan dari sudut kehendak Allah.

Maka, Abu Ja’far Atho-Thohawy sampai menyimpulkan, “Allah berbuat apa yang Allah kehendaki, dan selama-lamanya Allah tidak dzalim. Allah memberi dan menolak, merendahkan dan mengangkat, memuliakan dan menghinakan, memberi hidayah dan menyesatkan, menghidupkan dan mematikan.”

Semuanya itu berjalan benar-benar sesuai kebijaksanaan Allah, maka hanya milik Allah hikmah dalam semua urusan. Kita hanya dapat bermunajat dalam kerendahan, “Laa haula walaa quwwata illaa bilaahil ‘aliyyil ‘adzim”. (Tiada daya dan kekuata kecuali dari Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung).

Al Quran terdapat sekian banyak janji mulia dan istimewa yang ditawarkan kepada orang-orang yang memiliki keimanan, baik janji-janji di dunia maupun janji-janji di akhirat.

Janji-janji akhirat yang diberikan bagi mereka yang beriman tidak terhitung jumlahnya dalam kitab suci itu karena amat banyak.

Adapun janji-janji di dunia yang disebut secara terang-terangan (eksplisit), setidak-tidaknya ada sepuluh macam. Berikut ini adalah sepuluh janji di dunia itu.

  1. Allah SWT berjanji akan menolong orang-orang yang beriman. Sebagaimana firman Allah SWT, “… Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.”(QS. Ar-Ruum: 47).
  2. Diberikan advokasi atau pembelaan (ad-difa’). Allah SWT berfirman, ”Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang ber­iman…”(QS. Al-Hajj:38).
  3. Mendapatkan perlindungan kasih sayang (Al-wilayah). Allah SWT berfirman, ”Allah Pelindung orang-orang yang beriman…. ”(QS. Al-Baqarah: 257).
  4. Ditunjukkan kepada jalan yang benar (Al-hidayah). Didasarkan firman Allah SWT, ”… Sesungguhnya Allah adalah Pemberi petunjuk bagi orang- orang yang beriman kepada jalan yang lurus. ”(QS. Al-Hajj: 54).
  5. Orang-orang kafir tidak akan diberikan jalan untuk memusnahkan mereka dari muka bumi (adamu taslithiil kafirin). Allah SWT berfirman,“Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-oriing kafir.”(QS. An-Nisa.i : 141).
  6. Diberikan kekuasaan di dunia dan diberikan kemapanan dalam segala bidang. Allah SWT berfirman, “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah meiyadikan berkuasa orang-orang sebelum mereka, dan sungguh Dia akan meneguhkan (memberikan kemapanan) agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka.”(QS. An-Nuur; 55).
  7. Keberkahan dari langit dan bumi, seperti sumber daya alam yang melimpah serta rezeki yang lezat (Al-barakah dan ar-rizqu ath-thayyib). Allah SWT berfirman, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.”(QS. Al-A’raaf: 96).
  8. Kemuliaan dan kejayaan (Al-izzah). Allah SWT berfirman, ”Padahal kekuatan (kemuliaan) itu hanyalah bagi Allah bagi Rasul-Nya, dan bagi orang-orang yang berinar (mukmin).”(QS. Al-Munafiquun: 8).
  9. Kehidupan yang baik (al-hayah ath-thayyibah) Allah SWT berfirman,“Barangsiapa mengerjakan amal saleh baik laki-laki mau­pun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik.”(QS. An- Nahl: 97).
  10. Diberikan kemenangan (Al-fAth). Allah SWT berfirman,”Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenang­an (kepada Rasul-Nya) atau suatu keputusan dari sisi-Nya..”(QS. Al-Maa’idah: 52).

Dengan janji-janji yang menggiurkan tersebut tentu kualifikasi (penyeleksian) orang-orang yang dikategorikan sebagai memiliki keimanan sangat ketat. Jika tidak, tentulah banyak orang, bahkan semua orang, yang akan mengaku-aku diri sebagai orang beriman.

Untuk menghindari ini dan untuk mengukur pula seberapa kadar keimanan manusia, dilakukanlah proses tes terlebih dahulu, tes keimanan, sebagaimana tes ini dilakukan terhadap generasi-generasi dahulu.

Allah SWT berfirman, “Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sedang mereka belum diuji ? Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang- orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang- orang yang dusta.” (QS. Al-‘Ankabuut: 2-3)

Tercatat di Lauhul Mahfidz

Dalam ayat lain, disebutkan, semuanya sudah tercatat di Lauhul Mahfudz. Dan ini hanya Allah yang Maha Tahu. Karena ini domain Allah. Domain kita akan mengetahui setelah terjadi.

 

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لاَيَعْلَمُهَآ إِلاَّ هُوَ وَيَعْلَمُ مَافِي الْبَرِّوَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ يَعْلَمُهَا وَلاَحَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ اْلأَرْضِ وَلاَرَطْبٍ وَلاَيَابِسٍ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مًّبِينٍ

Artinya: “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)”” (QS. Al An’am [6]: 59).

 

Ini akan membuat kita tunduk, patuh dan merendahkan diri serendah-rendahnya di hadapan Sang Maha Pencipta. Dengan cara ruku dan sujud, berdzikir dan bertaubat, bertasbih, bertahmid, bertakbir, dan bertahlil, karena Allah.

Kemenangan itu sekali lagi bukan karena kekuatan kita, usaha kita, harta kita, orang-orang kita. Sekali lagi, semua karena Allah. 

 

Tugas kita menguatkan niat untuk senantiasa berjalan dan berjuang di jalan Allah dengan Ruh Yang Merdeka, Pikiran Yang Merdeka Dan Ilmu Yang Merdeka !

 

Doa Mohon Pertolongan

 

Tinggal kita perkuat dengan doa:

حَسۡبُنَا ٱللَّهُ وَنِعۡمَ ٱلۡوَڪِيلُ

Artinya: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” (QS Ali Imran [3]: 173).

نِعۡمَ ٱلۡمَوۡلَىٰ وَنِعۡمَ ٱلنَّصِيرُ

Artinya: “Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS Al-Anfal [8]: 40).

Atau pada ayat lain disebutkan:

حَسۡبِىَ ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ‌ۖ عَلَيۡهِ تَوَڪَّلۡتُ‌ۖ وَهُوَ رَبُّ ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡعَظِيمِ

Artinya: “Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ’Arsy yang agung”. (QS At-Taubah [9]: 129).

Aamiin Yaa Robbal ‘Aalamiin.

MARI BERSSHODAQAH MESKIPUN SEBERAT BIJI DZARRAH

MARI BERSSHODAQAH MESKIPUN DALAM KONDISI SEMPIT

هدا والله يرعنا ويحفظنا والحمد لله ربّ العلمين

M E R D E K A  !

 

Donasi Program Jammas

 

SAHABAT JAMMAS RAHIMAKUMULLAH, SAATNYA KITA MENGUKIR SEJARAH MEMAHATKAN NAMA INDAHMU DALAM KEBESARAN PERADABAN DENGAN PAHATAN AMALIAH JAMMAS YANG KITA SUMBANGKAN SETIAP BULAN, WAKTU INI WAKTU YANG SANGAT MULIA YANG BELUM TENTU AKAN TERULANG DALAM KURUN WAKTU 1 MILLENIUM YANG AKAN DATANG, INI SEJARAH KITA, SEJARAH KAUM MUSLIMIN MILLENIUM KE-3, SEJARAH KEBANGKITAN PERADABAN UMAT ISLAM, APAKAH KALIAN SEMUANYA MEMAHAMI DAN MENYADARAINYA ? PAHAMI DENGAN RUH YANG MERDEKA, PIKIR YANG MERDEKA DAN ILMU YANG MERDEKA, PENUH DENGAN KESADARAN BAHWA KITA ADALAH TANGAN-TANGAN ALLAH UNTUK MEMBERI RAHMAT UNTUK SELURUH ALAM SEMESTA ? AKANKAH KITA AKAN TERUS BERJIWA MISKIN DAN PELIT UNTUK MENJADI ANSHARULLAH ?

 

AKANKAH KITA TERLENA DENGAN PERMAINAN DUNIA DAN MELUPAKAN KEHIDUPAN YANG HAKIKI, YANG MULIA, YANG DINANTIKAN OLEH SELURUH UMAT MANUSIA, SEBUAH PERADABAN YANG AGUNG DAN MULIA

 

QS. Muhammad 47:38 :

هَٰٓأَنتُمْ هَٰٓؤُلَآءِ تُدْعَوْنَ لِتُنفِقُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَمِنكُم مَّن يَبْخَلُۖ وَمَن يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَن نَّفْسِهِۦۚ وَٱللَّهُ ٱلْغَنِىُّ وَأَنتُمُ ٱلْفُقَرَآءُۚ وَإِن تَتَوَلَّوْا۟ يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوٓا۟ أَمْثَٰلَكُم

Ingatlah, kamu adalah orang-orang yang diajak untuk menginfakkan (hartamu) di jalan Allah. Lalu di antara kamu ada orang yang kikir, dan barangsiapa kikir maka sesungguhnya dia kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah Yang Mahakaya dan kamulah yang membutuhkan (karunia-Nya). Dan jika kamu berpaling (dari jalan yang benar) Dia akan menggantikan (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan (durhaka) seperti kamu (ini).

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Categories: BULETIN MTPR

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *