Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh, Merdeka !

Sahabat Jammas Rahimakumullah Di Manapun Berada,

BERIKUT 3 PONDASI KEBERHASILAN DI DALAM AL QUR’AN :

I. KEYAKINAN YANG KUAT 

كتت الله لأغلبّ أنا ورسولى  ‘ انّ الله قوىّ عزيز  .

    “Allah telah menetapkan : Aku dan Rasul-rasul-Ku pasti menang, sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa” ( QS. 58 : 21).

Keyakinan, berbicara tentang keyakinan apa kita yakin dengan diri kita ? Apa kita yakin bahwa kita akan sukses dan berhasil meraih semua impian kita ? Apa kita yakin akan bisa memperbaiki kepribadian dan terus meningkatkan skill dan kemampuan kita ? Apa kita yakin akan bisa menambah kepercayaan diri kita sendiri ?

Seseorang yang telah memiliki visi yang jelas, telah berusaha memperbaiki terus menerus dan telah menancapkan impian setinggi langit, tetapi bila tidak memiliki keyakinan akan mampu meraih kesuksesan, maka ia tidak akan pernah bisa melakukan apa pun. Yakinkan diri kita dengan selalu nerfikir positif dan optimis. optimislah dengan apa yang kita lakukan, jangan pernah berfikir negatif karena itu akan mendatangkan keraguan pada diri kita sendiri.

Nah, oleh sebab itu jangan sekali-kali meragukan keyakinan diri kita! Jika ada yang mengatakan, “Kita tidak bisa” atau “Kita tidak akan sukses” jadikan perkataan itu sebagai bahan bakar untuk melipat gandakan keinginan kita dan biarkan orang itu tetep berada di tempatnya. Suatu saat nanti kita akan berterima kasih pada orang yang telah melucuti diri kita dengan dengan ucapan negatifnya. Dan yang lebih mendasar adalah berterima kasihlah kepada Allah Yang Maha Kuasa. Karena atas kehendak dan bimbingan-Nya, kita bisa kokoh memegang keyakinan yang kita perjuangkan. Ditangan-Nya lah apa yang kita perjuangkan selama ini menjadi kenyataan, atas keyakinan kita pada-Nya, bahwa Dia akan mengabulkan semua impian yang kita cita-citakan. Atas kepasrahan, ketundukan sebagai hamba yang lemah dan tiada daya dihadapan-Nya.

Sungguh kesuksesan dan keberhasilan kita, bukan semata-mata atas dasar kuatnya keyakinan yang menancap dalam jiwa. Melainkan ada peran Allah Yang Maha Pemurah yang mengaruniakan kepada kita sebuah keberhasilan. Bukan atas dasar besarnya pikiran semata yang membuat kita berjaya, melainkan karena izin Allah Maha Besar yang melapangkan jalan kemudahan bagi kita untuk meraih kejayaan. Karena itu Berfikir Besarlah, Bermimpi Besarlah, Dan Sukses Besarlah untuk Allah semata. Untuk Allah Yang Maha Besar. Insyaallah. 

Keyakinan Yang Kuat harus dilandasi spiritual yang baik secara rohani dan diiringi kesehatan yang baik secara jasmani.  Inilah modal pertama yang wajib dimiliki oleh siapa saja yang ingin berhasil meraih cita-cita mulia.

Dalam menata spiritulitas kita, kita dapat membagi menjadi 4 bagian. Pertama yaitu cinta kepada Allah SWT dan Rasul ( utusan-Nya ).  Ini bermakna kalau kita cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, otomatis kita akan memiliki jiwa untuk mencintai semua makhluk ciptaanya, berjiwa Rahmatan Lil Alamiin.  Selama kita mencintai Allah dan Rasul-Nya, berarti kita juga mencintai hamba-hamba Allah, sehingga rasa penuh cinta dan kasih sayang menjadi jiwa dan bagian terbesar hidup kita.

Cinta bisa menambahkan kedekatan, baik kedekatan pada Allah maupun kepada seluruh manusia. Sehingga kita akan merasakan cinta dari sekeliling kita dan mereka juga mencintai kita. Dengan demikian kita akan mampu mencintai diri kita sendiri.

Sehingga pada akhirnya dunia akan dipenuhi dan diwarnai rasa cinta dan kasih sayang dalam kehidupan bersama dan bersama membangun Jalan Menuju Masyarakat Sejahtera ( JAMMAS ).

Pondasi keyakinan yang kedua adalah kesehatan.  

Orang yang berhasil senantiasi menjaga kesehatan dan memiliki stamina yang prima.

Rasulallah saw. Bersabda yang artinya:

“Gunakanlah lima hal sebelum datangnya lima hal : masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum masa sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, longgarmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.”

Makanlah yang teratur, makanlah dengan makanan yang halal dan menyehatkan. Istirahatlah sejenak demi kesehatan kita karena kesehatan adalah hadiah terindah dari Allah swt. Kesehatan adalah kenikmatan yang tiada tara. Manfaatkanlah kesehatan yang dikaruniakan oleh Allah sebagai media untuk mendekatkan diri padanya, agar kelak anda bisa mengatakan, “Ya Allah, hambamu telah menjaga pemberianmu, maka berilah hamba pahala atas itu.”

Kesehatan dibangun dengan pola hidup dan pola makan yang baik, berolah raga dan menjaga makanan adalah syarat utama untuk menjaga kesehatan yang jasmani kita.

Selain itu, Allah SWT juga berfirman dalam Quran surat Al-Baqarah ayat 168 agar manusia tidak mengikuti langkah setan untuk mengonsumsi makanan yang diharamkan. Sebab, Allah telah memberikan makanan yang halal dan lagi baik di bumi.

Arab:

 يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Latin: yā ayyuhan-nāsu kulụ mimmā fil-arḍi ḥalālan ṭayyibaw wa lā tattabi’ụ khuṭuwātisy-syaiṭān, innahụ lakum ‘aduwwum mubīn

Arab: Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.

 

Perhatikan Quran Surat ‘Abasa Ayat 24

فَلْيَنظُرِ ٱلْإِنسَٰنُ إِلَىٰ طَعَامِهِۦٓ

Arab-Latin: Falyanẓuril-insānu ilā ṭa’āmih Terjemah

Arti: Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.

 

Abu Huraira dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Muslim, menceritakan Sabda Rasulullah SAW terkait akibat jika umat Islam mengkonsumsi makanan yang tidak halal. Salah satunya adalah doa yang tak dikabulkan.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ قَالَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ: (إِنَّ اللهَ تَعَالَى طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبَاً وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ المُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ المُرْسَلِيْنَ فَقَالَ: (يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوْا صَالِحاً) (المؤمنونالآية 51) ، وَقَالَ: (يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) (البقرةالآية 172)،ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِيَا رَبِّ يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّيَ بِالحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ)

Artinya: Dari Abu Hurairah RA, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah SWT telah memerintahkan kepada kaum mukminin dengan sesuatu yang Allah perintahkan pula kepada para rasul. Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal shalih.” (Al-Mu’minun; 51). Dan Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah kalian dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepada kalian.” (al-Baqarah: 172). Kemudian Rasulullah SAW menyebutkan seseorang yang melakukan perjalanan panjang dalam keadaan dirinya kusut dan kotor, dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa: “Wahai Rabb-ku, wahai Rabb-ku,” namun makanannya haram, minumannya haram dan pakaiannya haram dan kenyang dengan sesuatu yang haram, lalu bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?” (HR Muslim).

Masihkah kita akan mengkonsumsi makanan-makanan yang tidak sehat dan tidak halal, dari sumber yang tidak kita ketahui asal usulnya atau berasal dari sumber-sumber dan pekerjaan yang tidak halal dari hasil menipu, mencuri maupun korupsi, jika akibatnya adalah doa yang tak dikabulkan?

Dapatkan Komoditas Bahan Pangan Sehat Berkualitas Di Link Berikut Ini :

Home

 

II. KEMAUAN YANG KERAS

ولقد عهدنآ إلى ءادم من قبل فنسى ولم نجدله عزما  .

“Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu. Maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya KEMAUAN YANG KERAS”     (QS. 20 : 115)

Azam adalah kemauan atau keinginan untuk mencapai sesuatu yang lebih baik dari kemampuan kita pada saat sekarang.  Sebuah Azam akan membawa Keberhasilan berkelanjutan ( Sustainable Success ), Azam yang selalu meningkat dari waktu ke waktu merupakan motivasi bagi jiwa merdeka untuk terus menggali potensi diri dan meningkatkan kualitas diri dan organisasi.  Dengan Azam yang berkelanjutan maka kita dituntut untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan ( Continous Improvement ).

Apa yang kita pikirkan  bila kita berbincang tentang perbaikan?  Tentu jawabanya adalah perubahan. Untuk memperbaiki nasib pastilah dituntut sebuah perubahan. Untuk memperbaiki kehidupan juga mutlak diperlukan perubahan?

Pertanyaanya adalah siapa yang harus memulai membuat perubahan? Diri kita sendiri atau menungu alam berbicara ?

Allah berfirman dalm surat Ar Ra’d ayat 11, yang artunya:

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Bila berkaca pada ayat diatas, tak ada alasan untuk menunggu segalanya berubah menjadi sempurna. Melainkan tangan andalah yang harus mengubah lebih dulu agar menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

Dalam rangka menjalani proses perbaikan menuju yang terbaik, saya akan menceritakan sedikit tentang budaya bangsa maju orang-orang di Jepang. Ada yang menarik tentang cara hidup mereka, yaitu orang Jepang menjalani kehidupan dengan empat kalimat penting. Mungkin kalimat-kalimat itu telah menjadi faktor utama dalam dunia kerja dan industri di Jepang. Empat kalimat itu adalah:

  1. “Selamat pagi, apa kabar?” kalimat ini menunjukkan sisi moralitas dan menjunjung tinggi kemanusiaan.
  2. “Terima kasih” yakni ucapan terima kasih atas kebaikan yang diterima. Ucapan ini juga dari moralitas dan penghargaan antar sesama manusia / rekan kerja.
  3. “Perbaikan terus menerus”, hari ini tidak akan dilewatkan, kecuali harus lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Quality Control Circle terus di bangun dengan Sugestion Sistem ( Sumbang Saran ) Maupun Brain Storming ( Mengumpulkan Gelombang Pikiran ) yang semuanya untuk memhimpun ide dan gagasan untuk membuat perubahan yang berkelanjutan hingga kepada target Zero Deffect.
  4. “Elastis dan Fleksible”, dengan ini merekan mampu belajar dari orang lain, mampu megubah arah dan perbaiki cara pelaksanaanya.  Membangun budaya kerja team yang sangat kompak menjadi hal yang diutamakan dalam berorganisasi dengan menghargai sekecil apapun ide gagasan dari seluruh anggota organisasi demi merangsang dan menumbuhkan kreatifitas hingga lini-lini terkecil dalam roda organisasi.

 

III. DISIPLIN & KETA’ATAN YANG TINGGI

واذابتلىابرهم ربّه بكلمت فاتمّهنّ, قال:انّي جاعلك للناس اماما ,

 قال : ومن ذرّيّتي , قال : لاينال عهدى الظّلمين.

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhan-nya dengan beberapa kalimat ( perintah & larangan ), lalu dia melaksanakannya dengan sempurna.  Dia ( Allah ( berfirman : Sesungguhnya Aku menjadikan engkau Pemimpin bagi seluruh manusia.  Dia ( Ibrahim ) berkata : Dan juga dari anak cucuku? Allah berfirman : Benar, ( tetapi ) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang yang zalim” (QS. 2 : 124).

Disiplin adalah wujud sempurnanya pelaksanaan terhadap aturan / program / ketetapan yang dibuat bersama untuk mewujudkan cita-cita bersama.  Maka peranan ISTRI sangat menentukan seseorang mampu berdisiplin. ISTRI disini adalah kepanjangan dari IKHLAS SABAR TAWAKAL RAJIN DAN ISTIQOMAH.  Lima karakter ini adalah pondasi disiplin dalam proses menuju keberhasilan.  Jika kita mampu berdisiplin maka kita akan berani menghadapi setiap rintangan dan mampu berlari lebih cepat dan memimpin manusia lainnya.  Tetapi jika kita botoh tidak mau berproses dan mengambil jalan pintas yang mudah dan mengharapkan kesuksesan dengan cara-cara yang melanggar aturan hidup bersama maka bersiaplah untuk mendapatkan stampel kehinaan dari Allah SWT sebagi orang-orang yang Zalim.

Semoga kita semua selalu dalam Keselamatan Rahmat Allah Dan Keberkahannya !

Walhamdulillahirabbil’alamiin, Merdeka !

By : Romo Sugeng ( Omah Dalang )

Mari Berjammas Demi Wujud Rahmatan Lil Alamiin.

Donasi Program Jammas

 

 

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Categories: Uncategorized

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *