إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (QS. Ash-Shaf : 4)

Berjuanglah Dengan Baik Dalam Setiap Pertempuran

Berjuanglah Dengan Baik Dalam Setiap Pertempuran

Dalam pertempuran setiap prajurit mempunyai tugas/fungsi/profesi dan tempat/makanahnya masing-masing sesuai dengan keahlian dibidangnya. Ada pasukan yang terdiri dari prajurit bertempur di garda terdepan merekalah sebgai ujung tombak yang akan menggempur setiap musuh yang datang menghadang. Ada pasukan yang bertugas di bagian pertahanan sebagai penjaga perbatasan agar musuh tidak bisa masuk dan meluluh lantakan dari dan ke dalam.

Dan jangan lupa ada juga pasukan yang bertugas di bagian logistik, jangan dianggap remeh bagian ini, karena semua kekuatan prajurit di bagian depan, tengah atau di bagian belakang ini sendiri di suport dengan oleh kekuatan dan kelengkapan dari bagian logistik ini. Jika setiap pasukan menyadari akan fungsi dirinya, siap diorganisir dengan baik, memiliki kemahiran dan tanggung jawab sesuai keahlian dan kedudukannya, maka pertempuran Insha Allah akan di menangkannya.

Namun semahir dan sekuat apapun pasukan kalau di dalamnya sudah ada bibit-bibit perpecahan, pertentangan, ego dan kepentingan pribadi dari sebagian kelompoknya, maka sangat boleh jadi kemenangan yang diimpikan tidak akan kunjung datang, bahkan akhirnya kekalahanlah yang akan diterima. Bersinergi antara barisan terdepan, tengah dan belakang itu penting laksana bangunan yang lengkap, ada ruang depan, ruang tengah dan dapur, tiga serangkai yang semestinya selalu ada.Laksana sebuah kendaran baru, berkwalitas, harga tinggi terbuat dari mesin dan berbagai spare part pilihan. Steer atau mesin merasa dirinya super, pandai mengendalikan dan mengarahkan roda sehingga dapat memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, cita cita dibenaknya segera ingin tercapai, cepat tiba ditujuan.

Keanggkuhannya melupakan kesiapan seluruh pendukung laiknya kendaraan, satu bagian roda ban saja dia lalai mengecek apakah sedang dalam kondisi fit atau tidak, pasti fatal akibatnya. Ketika kendaraan sedang dipacu dengan kecepatan tinggi di tengah perjalanan menghadapi sandungan kecil dapat berakibat fatal, bannya menjadi rusak atau gembos, akhirnya kendaraan berhenti dan minta diperbaiki yang bisa bukan hanya bannya saja yang mengalami kerusakan.

Setelah dilakukan perbaikan kini steer dan ban telah timbul dan tumbuh kembali semangat baru, timbul kesepakatan dan ego baru, gas langsung diinjak dengan kekuatan tinggi, tidak sadar bahwa baut ban belum dikencangkan dengan baik, akhirnya terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, kendaraan dan seluruh isinya masuk ke jurang. Tragis memang, tapi itu yang sering kita saksikan atau mungkin bahkan kita pernah mengalaminya. Ini hanya sebuah ilustrasi saja, tidak bermaksud dan merasa lebih tahu apa lagi ada niat untuk…….. dst.

JADI SEBAIKNYA BAGAIMANA …. ??? Kita semua Insha Allah pasti sudah tahu jawabannya dan apa yang harus kita lakukan. Semoga kita bisa mengambil hikmah walaupun itu hanya sekedar ilustrasi

🙏
🙏
🙏
By : Adang M Ridho
https://majelistaklim.produkrakyat.org/pusat-pendidikan-pengembangan-pengembangan-budaya-toleransi-dan-perdamaian/\

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Categories: Uncategorized

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *