Strategi Komunikasi dalam Pembentukan Opini Positif

السّلام عليكوم ورحمة اللّه وبركاته

“Semoga Keselamatan Dan Rahmat Serta Keberkahan Allah Menaungi Kamu Sekalian”

Sahabat yang dirahmati Allah SWT dimanapun berada !

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗاِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا

Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.

MENEBAR RAHMAT DENGAN MEMBANGUN OPINI POSITIF

Mengembangkan dan membangun opini positif merupakan sikap terpuji yang harus dibangun melalui kontruksi kepribadian yang luhur yang tertanam dalam setiap individu yang memiliki kemerdekaan ruh, kemerdekaan pikir dan kemerdekaan ilmu.  Berbagai kepentingan telah mewarnai dunia media yang sedemikian liar tanpa kendali.  Opini positif harus mampu berada pada garda terdepan untuk menjadi guiden dalam memfilter bermacam opini dari berbagai sumber kepentingan.

Mempersiapkan strategi komunikasi dalam pembentukan opini publik merupakan hal penting yang perlu dilakukan manakala kita akan menciptakan suatu sudut pandang tertentu di masyarakat. Komunikasi massa sangat erat kaitannya dengan pembentukan opini publik ini. Penggunaan strategi yang tepat akan mempercepat proses pembentukan opini tersebut. Strategi komunikasi juga akan mempermudah adanya penyampaian informasi dan pesan dalam masyarakat. Dengan menggunakan strategi komunikasi yang tepat, maka tujuan dari komunikasi tersebut akan terlaksana dengan baik pula.

Berikut beberapa macam strategi komunikasi yang bisa diterapkan untuk membentuk opini public :

1.Memanfaatkan Media Massa

Media massa bisa digunakan sebagai salah satu strategi komunikasi untuk membuat opini publik. Ragam dari media massa tersebut seperti misalnya iklan layanan masyarakat yang disiarkan melalui televisi, radio hingga internet sekalipun. Masyarakat yang sering terpapar dengan informasi tersebut lama kelamaan akan mulai membuat suatu opini. Peran media massa sangat penting untuk pembentukan opini publik.

2. Menggunakan Media Sosial

Media sosial juga bisa digunakan untuk semakin mempercepat penyebaran opini. Sebagaimana kita ketahui, media sosial sekarang ini bisa sangat efektif dalam menggiring masyarakat untuk memiliki suatu penilaian tertentu. Media sosial juga mungkin akan memberikan efek media massa. Penggunaannya dinilai bisa jauh lebih efektif karena masyarakat bisa merasa terlibat langsung dan “tersentuh” melalui media sosial.

3. Mengutamakan Komunikasi Persuasif

Komunikasi persuasif merupakan bentuk komunikasi yang cenderung memiliki ajakan-ajakan tertentu. Ini adalah strategi komunikasi dalam pembentukan opini publik yang bisa digunakan terutama untuk membuat masyarakat membenarkan sesuatu. Ada beberapa macam teknik lagi dalam komunikasi persuasif yang bisa dipelajari lebih lanjut supaya proses pembentukan opini ini berlangsung dengan efektif.

4. Menyematkan Data

Pemaparan data akan menjadikan suatu pendapat lebih matang dan terorganisir. Data yang valid diperlukan untuk membuat bukti atau paparan yang berkualitas. Masyarakat sekarang cenderung mudah terpancing bahkan hanya dengan info yang terdengar bombastis. Pemaparan data akan menjadikan pendapat tersebut menjadi lebih diyakini dan dipercaya.

5. Menggunakan Perencanaan Matang

Perencanaan yang matang ini selain melibatkan data juga memprediksikan kemungkinan-kemungkinan apa saja setelah opini publik bisa terbentuk. Strategi yang tepat perlu merancang dari sebelum dilakukannya pembuatan opini publik hingga efek yang diharapkan. Ini akan sangat membantu supaya proses tersebut bisa berjalan dengan sistematis.

6. Menggunakan Simpati

Komunikasi yang digunakan dalam pembentukan opini publik hendaknya juga menggunakan simpati. Simpati adalah perasaan yang mampu merasakan apa yang diinginkan oleh orang lain. Dengan menggunakan simpati ini, maka orang lain akan merasa dipahami sehingga opini bisa lebih cepat terbentuk.

7. Menunjukkan Sikap Penerimaan

Selain dengan menggunakan simpati, sikap penerimaan juga diperlukan supaya proses komunikasi tersebut bisa berjalan dengan baik. Perbedaan pendapat akan ditampung walaupun tidak disetujui. Namun setidaknya dengan menampung perbedaan pendapat tersebut, orang akan merasa dihargai dengan pendapatnya sendiri.

8. Memberikan Kesan (Impression)

Setelah simpati dan sikap penerimaan dilakukan, maka komunikasi yang dihasilkan akan memberikan suatu kesan. Manakala seseorang sudah terkesan dengan hal ini, maka ia tidak akan segan-segan untuk kemudian ikut terlibat dalam pembentukan pendapat atau opini.

Kembangkan Budaya Toleran Dan Damai

Menuju Rahmatan Lil Alamiin

Web Link :

https://www.grubikugroup.com/donasi-program-jammas/

هدا والله يرعنا ويحفظنا والحمد لله ربّ العلمين

MERDEKA !

#ProgramJammas #DonasiJammas #DonaturJammas #DonasiProgramJammas #DonaturProgramJammas #ShodaqohUntukNegara #KASJammas #KomunitasAhliShodaqoh #KomunitasTanganDiAtas #SwastaBangunNegara #IndonesiaKuat #RahmatanLilAlamiin #MasjidRahmatanLilAlamiin # KeamananPangan #KemandirianPangan #KetahananPangan #Eduagropolitan #PembangunanPeradaban #MahayuSemesta #SejahteraBersama

Categories: BULETIN MTPR

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published.